Nayyara Residence...
Rumah Dijual di Depok Semua Wilayah
Rp 850.000.000
  • LT: 60 m2
  • LB: 70 m2
  • KT: 3
  • KM: 2
Maryam Residence...
Rumah Dijual di Kab. Bekasi Semua Wilayah
Rp 450.000.000
  • LT: 72 m2
  • LB: 66 m2
  • KT: 3
  • KM: 2
Nucifera Residence...
Rumah Dijual di Kota Bekasi Semua Wilayah
Rp 901.301.500 Nego
  • LT: 79 m2
  • LB: 69 m2
  • KT: 3
  • KM: 2
Rabbani Premiere Residence...
Rumah Dijual di Semua Wilayah Tangerang
Rp 1.233.000.000 Nego
  • LT: 94 m2
  • LB: 70 m2
  • KT: 3
  • KM: 2
Almadina Premiere Serpong...
Rumah Dijual di Semua Wilayah Tangerang
Rp 695.000.000
  • LT: 50 m2
  • LB: 50 m2
  • KT: 2
  • KM: 2
Rizqana Residence...
Rumah Dijual di Depok Semua Wilayah
Rp 858.731.875
  • LT: 62 m2
  • LB: 60 m2
  • KT: 3
  • KM: 2
Aqilla Sharia Village...
Rumah Dijual di Kab. Bekasi Semua Wilayah
Rp 180.000.000
  • LT: 60 m2
  • LB: 27 m2
  • KT: 2
  • KM: 1
Beranda » Blog » FAQ Seputar Kredit Pemilikan Rumah Secara Syariah (Part 2)

FAQ Seputar Kredit Pemilikan Rumah Secara Syariah (Part 2)

Dipublish pada 12 February 2021 | Dilihat sebanyak 222 kali | Kategori: Blog

Berikut lanjutan dari artikel FAQ yang sebelumnya.

Untuk melihat artikel FAQ part 1 bisa klik disini.

 

Q : Kenapa dengan skema KPR syariah DP nya hampir semua tinggi dan tenor nya juga pendek-pendek? Jarang sekali ada yang menawarkan skema dengan DP yang ringan dan tenor yang panjang.

A : Pada proyek KPR syariah murni, developer membangun proyeknya tanpa bantuan modal dari bank.  Sehingga dibutuhkan dana awal yang besar agar proyek / rumah dapat terbangun.  Karena itu, DP umum yang dipersyaratkan pada skema KPR syariah adalah kisaran 30-40% dari harga rumah.

Pada sebagian proyek, ada beberapa developer yang men-syaratkan DP dibayar secara cash agar rumah bisa cepat terbangun.  Namun banyak juga saat ini developer yang memberikan keleluasaan mencicil DP mulai dari 3 bulan bahkan ada yang sampai 24 bulan.

Besaran DP ini sangat berpengaruh pada masa serah terima rumah.  Semakin besar DP yang disetor maka serah terima rumah akan lebih cepat dibandingkan nilai DP yang kecil.

Seiring dengan berkembangnya proyek rumah syariah, Alhamdulillah saat ini sudah mulai ada beberapa pengembang yang menawarkan program DP 0% dengan kuota tertentu.  Hal ini tujuannya agar ummat muslim semakin mudah memiliki rumah tanpa riba.  Namun memang program tanpa DP ini baru terbatas di lokasi2 tertentu dan tentunya dengan kuota unit yang tidak banyak.

Tapi kembali lagi, semakin kecil DP yang diberikan maka serah terima rumah akan semakin lama.

Dan juga yang perlu diingat, jangan tergiur memasarkan atau membeli properti syariah jika DP nya kecil atau dengan iming-iming tanpa DP, tapi serah terima rumahnya cepat.  Karena secara perhitungan di atas kertas, tidak akan mungkin bagi developer membangun rumah tanpa DP tapi serah terima nya anggap saja di bawah 1 tahun, kecuali developer tersebut memiliki rekanan investor dengan dana besar.  Tapi sebagai prinsip kehati-hatian kita, jangan mudah percaya jika kita ditawarkan proyek rumah syariah tanpa DP dengan masa inden yang cepat.

Normalnya, untuk skema tanpa DP, serah terima rumah paling cepat adalah 24 bulan.  Jika ada developer yang menjanjikan lebih cepat dari 24 bulan, maka kita perlu selidiki terlebih dahulu.

 

Untuk masalah tenor, umumnya proyek properti syariah memang terbatas maksimal 10tahun bahkan beberapa ada yang lebih cepat lagi, hanya 3 atau max 5thn saja.  Jarang sekali ada proyek rumah syariah dengan tenor di atas 10thn.

Kenapa demikian?  Hal ini dikarenakan proyek yang dibangun developer tidak ada kerjasama dengan bank.  Sehingga developer secara cermat membuat RAB agar proyek tidak rugi namun dapat membantu ummat dalam menyediakan rumah tanpa riba.  Karena itu, dari hitung2an cash flow proyek syariah, tenor yang paling aman adalah maksimal di 10thn.

Alasan kedua kenapa tenor tidak panjang, adalah mengikuti hadist Rasulullah bahwa kita harus segera melunasi hutang.

Hadits yang populer terkait hutang adalah sbb :

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.” (HR. Ibnu Majah no. 2414)

 

Q : Salah 1 ciri khas di skema kpr syariah adalah tidak adanya BI Checking. Bagaimana cara developer tahu kemampuan konsumen?  Dan apakah dengan cara seperti ini developer tidak khawatir nantinya konsumen tiba-tiba tidak mampu mencicil lagi?

A : Skema KPR syariah tanpa bank dibangun atas dasar kepercayaan dan saling tolong menolong dalam kebaikan antara developer dengan konsumen.  Developer membangun proyek properti syariah dengan harapan semua lapisan masyarakat muslim tanpa terkecuali dapat membeli rumah secara kredit dengan cara yang halal.

Seperti kita sama-sama tahu, pengajuan kpr ke bank konvensional harus melalui BI checking dan persyaratan yang sangat ketat.  Tujuannya memang baik agar ada jaminan sampai akhir masa tenor konsumen mampu melunasi.

Namun sayangnya, dengan persyaratan seperti ini, tidak semua lapisan masyarakat dapat mengajukan kpr ke bank konvensional.

Disinilah muncul proyek properti syariah yang membuat perbedaan dimana pengajuan kredit tidak diperlukan BI Checking dan syarat yang ribet seperti hal nya di bank konven.  Karena banyak lapisan masyarakat yang ingin dijangkau oleh developer prosyar (properti syariah) selain karyawan, seperti pedagang, militer, pengacara, artis, tukang jahit, tukang ojek, tukang sayur dan tukang dagang lainnya yang pasti tidak memiliki surat2 legal usahanya namun sebenarnya secara keuangan mampu untuk membayar.

Jika tidak ada BI Checking, bagaimana cara developer mengetahui riwayat keuangan konsumen?  Ada yang dinamakan Developer Checking.  Sifatnya berupa wawancara dan pengumpulan berkas2 seperti buku tabungan atau rekening koran.  Di sebagian proyek prosesnya tidak terlalu ketat.  Intinya konsumen terbuka terhadap kondisi keuangannya (pemasukan, pengeluaran, asset2 yang dimiliki, dll).  Semua informasi ini termasuk attitude konsumen menjadi penilaian tersendiri bagi developer dalam memutuskan apakah konsumen lolos pengajuan kpr atau tidak.

 

Q : Di skema KPR syariah pun juga tidak ada aturan tentang asuransi baik itu asuransi kebakaran atau asuransi kematian. Jika terjadi musibah seperti ini bagaimana perlakuan di skema KPR syariah? Kenapa proyek properti syariah tidak mengenal asuransi? 

A : Karena kami masih meyakini bahwa asuransi sifatnya Ghoror atau tidak jelas.  Segala sesuatu yang ghoror wajib ditinggalkan.  Termasuk kaitannya dengan proses KPR ini.

Jika terjadi konsumen meninggal bagaimana?  Biasanya di dalam akad awal yang disepakati developer dan konsumen, masalah ini dituliskan di dalamnya.  Jika terjadi konsumen meninggal, maka pihak ahli waris yang akan meneruskan pembayaran hutangnya.  Namun jika ahli waris tidak mampu, maka atas kesepakatan dengan ahli waris, rumah akan dijual.  Hasil penjualan rumah sebagian akan dibayar ke developer sejumlah sisa hutang yang ada.  Dan sisanya menjadi hak ahli waris.

Lalu jika terjadi kebakaran bagaimana?  Karena tidak ada asuransi, maka bencana seperti kebakaran menjadi tanggung jawab langsung konsumen.

 

Q : Jika suatu ketika konsumen tidak lagi mampu mencicil rumahnya apakah nanti rumahnya akan disita seperti aturan di bank konvensional?

A : Tidak.  Skema KPR syariah murni tidak mengenal adanya denda, sita dan pinalti.

Transaksi yang terjadi pada kpr syariah murni adalah jual beli.  Sehingga ketika konsumen sudah membayar DP dan ber akad dengan developer, kepemilikan rumah sudah menjadi hak konsumen.  Artinya, ketika konsumen tidak lagi memiliki kemampuan untuk mencicil maka tidak ada hak developer menyita rumah konsumen karena hak kepemilikan rumah bukan lagi di developer walaupun statusnya konsumen masih berhutang.

Lalu jika terjadi seperti ini bagaimana solusinya?  Developer dan konsumen akan musyawarah terlebih dahulu.  Developer akan menanyakan apakah konsumen memiliki asset lainnya yang jika dijual bisa untuk menutupi hutang cicilan ke developer.  Jika ada, maka masalah selesai, konsumen masih dapat terus menempati rumahnya.  Namun jika tidak juga ada asset yang dapat dijual untuk menutupi hutangnya maka rumah akan dijual.  Konsumen diberikan kesempatan oleh developer untuk menjual rumahnya dalam batasan waktu tertentu misal 3 bulan.  Jika sampai 3 bulan belum juga terjual maka developer dapat membantu menjualkan rumah tersebut.

Misalkan hasil penjualan rumah senilai 700jt, sementara cicilan hutang yang masih tertunggak di developer ada 200jt, maka 200jt akan diserahkan ke developer untuk melunasi hutangnya dan sisa 500jt menjadi hak konsumen.

 

Q : Salah satu aturan di kpr bank konvensional, apabila konsumen ingin melunasi lebih cepat, ada biaya yang namanya pinalti. Apakah di skema kpr syariah juga berlaku pinalti?

A : Tidak.  Konsumen cukup membayar sisa hutang saja. Tidak ada biaya apapun.

 

Q : Sudah menjadi ciri khas kalau proyek perumahan dengan skema syariah, yang dijual masih berupa lahan. Belum ada bengunannya bahkan umumnya tidak ada rumah contoh yang dibuat.  Kalau seperti ini aman atau tidak proyeknya?

A : Kami (Properti Syariah Info) berupaya semaksimal mungkin melakukan verifikasi proyek baik terhadap developernya maupun terhadap lahannya sebelum men-share listingan di website ini.  Sehingga apa yang kami sajikan kepada Anda semua adalah listingan yang sudah ter-verifikasi dan In Syaa Allah aman untuk dijual.

 

 

Wallahu’alam bishowab.

***********

 

Bagikan informasi tentang FAQ Seputar Kredit Pemilikan Rumah Secara Syariah (Part 2) kepada teman atau kerabat Anda.

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Mungkin Anda tertarik dengan properti berikut ini:

Ar-Radea Residence...

Rumah Dijual di Kab. Bekasi Semua Wilayah
Rp 269.000.000 Nego
  • L.Tanah: 87 m2
  • L. Bangunan: 30 m2
  • K. Tidur: 2
  • K. Mandi: 1

Apartkos Grand Royal Radar Bar...

Property Lainnya Dijual di Kota Bogor Semua Wilayah
Rp 995.000.000
  • L.Tanah: 72 m2
  • L. Bangunan: 190 m2
  • K. Tidur: 10
  • K. Mandi: 12

Almadina Premiere Serpong...

Rumah Dijual di Semua Wilayah Tangerang
Rp 695.000.000
  • L.Tanah: 50 m2
  • L. Bangunan: 50 m2
  • K. Tidur: 2
  • K. Mandi: 2

Griya Sawarna...

Tanah Dijual di Kab. Bogor Semua Wilayah
Rp 152.200.000
  • L.Tanah: 84 m2

Ahsanu Amala Residence...

Rumah Dijual di Depok Semua Wilayah
Rp 645.000.000
  • L.Tanah: 50 m2
  • L. Bangunan: 70 m2
  • K. Tidur: 3
  • K. Mandi: 2

Nucifera Residence...

Rumah Dijual di Kota Bekasi Semua Wilayah
Rp 901.301.500 Nego
  • L.Tanah: 79 m2
  • L. Bangunan: 69 m2
  • K. Tidur: 3
  • K. Mandi: 2
SIDEBAR
Jual beli rumah jadi mudah & cepat. Hubungi kami!